temen saya ngomongin cinta, dan saya jadi mewek
*hei, before continue reading… peringatan saya adalah ini tulisan bukan tulisan publik atau punya manfaat for others [saya pikir....]. ini cuman salah satu tulisan iseng penyeimbang otak saya yg tekanannya udah mulai menyesakkan tulang tengkorak saya..
***
well, mungkin karena udah terlalu jenuh dengan tuntutan bikin novel pertama berjudul skripsi yang kudu bagus membahana, iseng saya buka fesbuk…. dan menemukan salah satu postingan tentang blog temen saya.. teman yg sepertinya memang baru memutuskan menulis lagi di blog… saya kira cuman di situ letak surprisenya, ternyata engga… dia punya bakat menulis cerita, itu jelas terbukti setelah saya baca tulisan polosnya ga sadar saya malah nangis diem2… hyaa, apa saya lagi alay abis hari ini? tambahan sambil muter ost film korea : My girl yang titelnya you never say goodbye, tambah benderanglah airmata saya di pipi..
akhirnya, saya kepikiran tentang tema yg doi angkat ke permukaan dan here I am, menuliskan apa yg saya rasakan, apa yg bkin tangan saya gatal pengen nulis.. tentang cinta…
jadi, cinta itu apa ry?
sejak dulu, ga habis2nya cinta itu dibahas, dan ga ada matinya cinta itu dibedah… kenapa? karena entah sadar atau engga, sebenernya cinta itu terlalu luas untuk diartikan dalam satu kalimat.. kita hanya bisa menggantikan kata cinta menjadi turunan2nya, menjadi kriteria dan ciri2nya, menjadi apa yang kita kira, itulah cinta…
saya jadi inget, waktu kelas 6 SD [that was my first puppy love] saya di bully abis2an ma satu sekolahan krn ktauan suka ma teman saya.. trus saya dikasih buku ma kakak saya, judulnya disebabkan oleh cinta.. itu adalah buku pertama saya tentang cinta, buku kumpulan cerpen Yus R. Ismail.. buku itu sampai lecek karena saya baca berulang kali, terutama halaman dengan cerita berjudul sama, disebabkan oleh cinta.. salah satu paragraf nya yang saya anggap sebagai definisi cinta saya warnai dengan stabilo, saya kutip berkali2 di diary saya dan saya hafalkan setiap kali…
cinta memang membuat sesuatu menjadi bebas tidak terikat. saat kita mulai mencintai sesuatu, ikatan demi ikatan yang melekat pada diri kita akan terurai satu demi satu. ikatan-ikatan itu adalah ego kita. memang ego juga yang membuat kita kuat menghadapi dunia. tapi untuk mendapatkan cinta, kita harus melepaskan ikatan-ikatan itu. setiap kita melepaskan satu ikatan, memang ada yang hilang dari hati kita. kadang menyakitkan, tapi itulah pengorbanan. dengan cinta, kita merasakan semua menjadi hal yang indah dan nikmat.
buku ini sebenarnya menceritakan tentang cinta dalam berbagai sudut pandang, ga hanya tentang dua orang dewasa yang mencari cinta, tapi juga cinta yang melandasi Deni si anak rumah elit utk rela berhujan2 ngojek payung demi bantuin nambahin duit berobat temennya yang anak perumahan kumuh. atau cerita tentang bibip yang rela maagnya jadi sering kambuh karena nyimpan uang sakunya buat beliin makanan untuk anak2 didiknya di pemukiman kumuh pinggiran rel kereta. banyak cerita cinta di buku itu yang ngebuat saya, si anak kecil dengan pemahaman mencintai yang sangat sempit termehek2 sendiri..
dan cerita disebabkan oleh cinta, adalah salah satu favorit saya. cerita tentang hati yang terjaga untuk orang yang kita ga tau siapa sampai saatnya tiba, cerita yang secara persuasif menyatakan bahwa pacaran bukanlah jawaban tepat untuk semua fitrah cinta yang dirasa dan cerita yang perlahan pasti membuat kita merasakan kesejukan cinta sederhana tanpa gemerlap coklat dan bunga, cinta yang menunggu seseorang datang menyatakan serius dan mengajak menikah kemudian melangkah di jalan kebermanfaatan yang sama. huft, dulu waktu kelas 6 SD saya ga bisa ngmg kayak gini, tp setidaknya kini saya lebih paham apa maksud cerita itu…
selanjutnya, berkali2 saya dikirimi buku dengan tema sama : cinta. hari-hari cinta tiara dari helvy tiana rosa, apa kabar cinta milik izzatul jannah, rumah cinta kelana [ini penulisnya saya lupa, tapi saya suka banget dengan caranya menulis yang memasukkan beberapa puisi dan menggambarkan karakter 'autis' si kelana yang sempat saya alami sendiri wktu SMA] dan dulu ga bosan2nya saya baca buku2 itu.
trus kalau saya udah punya pemahaman baik dari buku2 itu sejak remaja, napa saya masih bisa mewek dengan tulisan ala teenlit teman saya? karena meskipun mengalami percepatan pemikiran dimana saya beberapa langkah lebih paham dibanding beberapa teman saya terkait hati, meskipun saya merasa punya kekebalan tersendiri untuk segala macam gombalan ala cowok biasa ataupun ikhwan jadi2an, meskipun saya bisa dengan songong bilang udah ga jaman galau karena nyari2 pacar, saya juga pernah melalui perjalanan cinta yang sama seperti remaja lainnya.. memang nggak merubah saya dari cewek cuek jadi cewek highheels dengan tas make up di tangan, tapi seengganya saya pernah punya bait tanya yang sama dengan teman baik saya itu, kapan cinta [baca : cowok yang tepat] bakal datang ke saya dengan kuda putihnya yang keren.. atau ga usah tampan2 banget, tapi ada satu aja orang yang diam2 menyukai saya dan menuliskan lirik lagu lengkap dengan chord gitar akustik untuk saya. kapan orang yang saya sukai bakalan nyadar kalau ada saya di sini, dibandingin dia sibuk putus nyambung n curhat ga abis2 ke saya dengan tema sama : “kapan sy bs dicintai setulus hati?”
cinta yang ia ceritakan dlm blognya saat ini adalah cinta yang berkali2 saya ceritakan pada cermin bertahun2 lalu… backstreet dari orangtua, tengkar, putus, nangis, nyambung lagi, tengkar, putus, nangis, nyambung lagi, tengkar lagi, putus lagi, nangis.. jiahh, *tepok jidat.
yep, that was my past, sebelum saya memutuskan lebih benar2 memahami apa kata si yus r. ismail untuk menjaga hati saya dalam doa diam2 untuk siapapun yang disiapkan bagi saya dan masa depan saya adalah ketika saya memilih move on dan fokus dengan kepantasan dan kesiapan diri saya sendiri sebelum menilai kepantasan orang lain bagi saya
kini, saya pikir2 semua kesalahan masa lalu saya akibatnya kurangnya pemahaman saya dulu, akibat kurang kondusifnya lingkungan saya saat itu, adalah sebuah cerita yang membuat hati saya lebih kaya, dan kalaupun saat ini saya menangis karena cerita ‘teenlit’ teman baik saya, semata karena saya mensyukuri pencerahan yang sudah saya miliki, mensyukuri pemahaman baik yang harusnya saya tata lebih rapi dan mensyukuri semua kesempatan yang saya punya untuk lebih memperbaiki diri…
mungkin juga, saya menangis karena memikirkan bagaimana mengkhawatirkannya saya dahulu di mata orangtua saya, saudara2 saya, dan orang2 yang mengenal saya.. ga separah kisah si ravenska dalam apa kabar, cinta milik izzatul jannah tapi tetap saja ga mudah… yep, once again…it was my past, udah jauuuuuuhhhhh banget ga bisa terjamah lagi. so, biarlah airmata saya terkait cinta ini menjadi saksi bahwa saya akan menjadi lebih baik lagi dan lagi di sisa usia saya…\|[^o^']|/
dan, hei cinta… whereever you are…
please keep shining like a blue star in the black sky..
sehingga kapanpun dimanapun dimensi kita bertemu aku akan selalu tahu kalau itulah kamu… satu2nya bintangku.. ^o^
latisha in past and future, 11feb13

Tuh buku judulnya apa sih? jadi penasara
Cinta ga ada matinya untuk jadi kenangan
disebabkan oleh cinta, penulisnya yus r ismail, anak FLP… ud dr saya SD sih taun 2002, berarti ud berapa taun tuh… kayaknya ud ga terbit d gramed, krn bukunya izzatul jannah yg apa kabar cinta aja sy cari2 di toko buku bekas ud ga ada… mgk di perpust kota ada kali ya ^o^ penerbitnya FBA press.. met mencari…