Morning: Everything happens for a reason.

Chiffon Cake

Tidak akan menjadi pagi, tanpa melewati satu frasa yang kita sebut sebagai gulita. Seperti itu rasa, tidak akan menjadi bahagia, tanpa melalui satu frasa yang kita sebut luka, tidak akan menjadi biasa, tanpa melewati satu frasa yang kadang mau tak mau mengakuinya, putus asa.

Selamat Pagi,

Untukmu yang memiliki banyak ruang dalam hati saat ini. Karena ditinggalkan, karena dijauhkan, karena setiap siklus merasai perlahan-lahan dipaksa berhenti. Terbunuh oleh satu senyawa yang tidak boleh berakhir benci, Selamat Pagi.

Tidak ada yang sama sekali tidak beralasan. Tidak pernah. Dipertemukan, kemudian dijauhkan, lalu dipertemukan dengan sesuatu yang bertitel baru pun memiliki alasannya sendiri yang terkadang kita, aku dan kamu tak benar-benar tahu.

Tak perlu terburu-buru. Beberapa waktu, pilihan terbaik sejatinya adalah kita tidak harus tahu akan alasan itu. Seperti pagi yang tidak pernah tahu, dan tidak pernah mau tahu mengapa ia ada hanya pada pukul lima hingga sepuluh lewat lima.

Tak perlu tergesa-gesa…

View original post 62 more words

Advertisements